Cross-Cultural Understanding Pendidikan Matematika UAD 2026
Membangun Perspektif Global Mahasiswa Pendidikan Matematika
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Cross-Cultural Understanding pada Kamis, 29 Januari 2026 di Educator Hall, Gedung Utama UAD.
Kegiatan ini merupakan program baru yang menjadi wadah pertukaran wawasan budaya internasional guna memperluas perspektif global mahasiswa. Peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias dalam suasana yang hangat, interaktif, dan penuh rasa ingin tahu terhadap keberagaman budaya serta sistem pendidikan dari berbagai negara.
Sesi Berbagi Lintas Budaya
Kegiatan Cross-Cultural Understanding menghadirkan narasumber mahasiswa peserta SEA Teacher, yaitu Aira Nicole Delostrico, Nada Auliya Rahmah (Batch 10), Charry Bell Barce, Yandi Ade Kurniawan (Batch 10), dan Dodi Gunawan (Batch 10), dengan Iftiana Umi Aisyah sebagai moderator.
Dalam sesi berbagi, para narasumber menceritakan pengalaman mereka selama menjalani program pertukaran, baik saat mengajar di sekolah maupun menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan budaya yang berbeda.

Perbedaan Kurikulum dan Sistem Pembelajaran
Narasumber membahas perbedaan kurikulum di masing-masing negara, mulai dari jenjang pendidikan, pendekatan pembelajaran, hingga metode evaluasi siswa. Mahasiswa menunjukkan minat besar, terutama pada strategi mengajar matematika dan cara guru membangun interaksi aktif di kelas lintas budaya.
Diskusi ini memperluas wawasan peserta bahwa setiap negara memiliki sistem pendidikan yang unik, namun tetap bertujuan menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Cerita Adaptasi Budaya
Para narasumber juga berbagi pengalaman beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat, gaya komunikasi, serta budaya akademik di negara tujuan. Mereka menekankan bahwa keterbukaan dan rasa ingin belajar menjadi kunci utama dalam menyesuaikan diri di lingkungan baru.
Mahasiswa internasional merasa nyaman tinggal di Indonesia karena masyarakatnya ramah dan kampusnya suportif. Sementara itu, mahasiswa Indonesia di luar negeri menikmati lingkungan yang terbuka, kolaboratif, dan melatih kemandirian.
Obrolan Seru tentang Kuliner
Narasumber mencairkan suasana dengan membahas makanan favorit selama program pertukaran. Mereka menyukai Pad Thai dari Thailand karena memiliki rasa khas yang seimbang, serta menyukai nasi goreng dari Indonesia karena kaya bumbu dan cocok bagi banyak orang.
Pembahasan ini menunjukkan bahwa makanan dapat menjadi jembatan budaya yang menyatukan berbagai latar belakang.
Kemiripan Bahasa di Asia Tenggara
Dalam sesi diskusi bahasa, peserta menemukan kemiripan kosakata antarbahasa di kawasan Asia Tenggara. Mereka membandingkan Bahasa Filipina (Tagalog) dan Bahasa Indonesia, seperti mata, anak, lima, bato (batu), guro (guru), dan bansa (bangsa). Temuan ini meningkatkan ketertarikan peserta terhadap kedekatan historis dan budaya di kawasan regional.
Penutup
Secara keseluruhan, panitia menyelenggarakan kegiatan Cross-Cultural Understanding dengan lancar dan penuh antusiasme. Program perdana ini memperluas wawasan internasional mahasiswa, menumbuhkan sikap saling menghargai, dan mempererat persahabatan lintas negara.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Matematika UAD mendorong mahasiswa agar terbuka terhadap keberagaman, siap berkolaborasi global, dan membawa nilai budaya Indonesia ke tingkat internasional.


