International Symposium “Education in AI Era”: Membangun Inovasi dan Kolaborasi Global untuk Masa Depan Pendidikan
International Symposium: Education in AI Era resmi digelar oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebagai wadah diskusi inovasi pendidikan di era kecerdasan buatan. Melalui simposium internasional ini, para akademisi dan peneliti global berkumpul di Amphitarium Kampus 4 UAD untuk merumuskan masa depan pembelajaran matematika yang adaptif terhadap teknologi AI. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi riset lintas negara guna menjawab tantangan dunia pendidikan masa depan.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Puguh Wahyu Prasetyo, S.Si., M.Sc., bersama Dekan FKIP UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., mengawali rangkaian kegiatan dengan menyampaikan sambutan hangat. Keduanya menekankan bahwa inovasi pendidikan adalah kunci menghadapi tantangan pembelajaran saat ini.
“Perkembangan teknologi menuntut pendidik untuk lebih kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ungkap mereka. Simposium ini juga menghadirkan Prof. Takuya Baba, Ph.D., yang memperkenalkan Babalabo Research sekaligus menggarisbawahi pentingnya kerja sama riset internasional.
Perbandingan Kurikulum dan Literasi Data
Sesi presentasi menjadi inti dari dinamika akademik simposium ini. Hiroto Fukuda, Ph.D. dari Okayama University of Science memaparkan perbandingan kurikulum probabilitas dan statistika di Jepang, Thailand, dan Indonesia. Ia menyoroti pentingnya literasi statistika bagi masyarakat modern yang kini sangat bergantung pada data.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Vita Istihapsari, M.Pd. menggarisbawahi peran penting guru. Menurutnya, calon pendidik perlu menguasai kemampuan pedagogis yang kuat agar mampu menumbuhkan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah siswa di era digital.
Pemanfaatan ICT dan Penalaran Spasial
Perspektif menarik datang dari Satoshi Kusaka, Ph.D. (Naruto University of Science) mengenai penggunaan ICT di sekolah dasar Jepang. Ia menjelaskan bahwa teknologi dapat memicu interaksi antarsiswa untuk saling menjelaskan konsep, yang pada akhirnya melatih kemampuan metakognitif.
Selain aspek teknologi, simposium ini juga membahas sisi kognitif seperti penalaran spasial. Dr. Harina Fitriyani, M.Pd. memperkenalkan pendekatan Lynham’s Theory-Building Method untuk pemahaman konsep yang terstruktur. Sementara itu, Kunti Robiatul Mahmudah, Ph.D. melengkapi diskusi dengan inovasi pendidikan yang relevan dengan ekosistem AI.
Penguatan Kurikulum dan Kerja Sama Internasional
Sebagai langkah konkret, panitia menutup rangkaian kegiatan dengan executive meeting bersama Program Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD. Pertemuan ini membahas peninjauan kurikulum (curriculum review) agar lebih adaptif terhadap kebutuhan global.
Secara keseluruhan, International Symposium: Education in AI Era berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga menjadi momentum penting bagi sivitas akademika UAD untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif dan relevan.


