Pelatihan Penulisan Esai Berbasis Keadilan Gender UAD
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Esai Berbasis Keadilan Gender pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Laboratorium Komputer Pendidikan Matematika. Kegiatan ini membekali mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan keterampilan menulis esai sekaligus meningkatkan pemahaman tentang isu kesetaraan gender.
Apa Itu Pelatihan Penulisan Esai Berbasis Keadilan Gender?
Pelatihan Penulisan Esai Berbasis Keadilan Gender merupakan kegiatan pengembangan literasi akademik yang membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis esai kritis berbasis isu sosial, kesetaraan gender, serta pemanfaatan teknologi dalam penyusunan karya ilmiah.
Pelaksanaan Pelatihan Berjalan Lancar
Panitia memulai rangkaian kegiatan pada pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta. Selanjutnya, Master of Ceremony, Savandra Saputra, membuka acara secara resmi pada pukul 08.00 WIB. Rika Drian Melawati kemudian membacakan Kalam Ilahi, lalu seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars UAD.
Selanjutnya, Ketua Panitia, Fendy Luthfi, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ketua HMPS PMAT periode 2026/2027, Ardian Usman, menyampaikan sambutan berikutnya. Selanjutnya, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Puguh Wahyu Prasetyo, S.Si., M.Sc., menutup rangkaian pembukaan dengan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya akademik di lingkungan Program Studi Pendidikan Matematika UAD.
Selain memperkuat kemampuan akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar yang mendorong mahasiswa FKIP untuk lebih percaya diri menyampaikan gagasan melalui karya tulis ilmiah.
Materi Penulisan Esai Berbasis Keadilan Gender
Memasuki sesi inti, seluruh peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai penulisan esai. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Dr. Iis Suwartini, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UAD.
Narasumber menjelaskan teknik menyusun esai yang argumentatif, sistematis, dan berbasis data ilmiah. Lebih lanjut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memilih isu yang relevan agar tulisan memiliki nilai akademik sekaligus manfaat sosial.
Tidak hanya membahas teknik menulis, materi juga mengajak mahasiswa memahami berbagai persoalan kesetaraan gender yang masih terjadi di lingkungan masyarakat maupun dunia pendidikan.
“Melalui esai, mahasiswa dapat menyampaikan gagasan kritis sekaligus berkontribusi dalam membangun budaya akademik yang lebih inklusif.”
Diskusi Isu Keadilan Gender
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta ialah pembahasan mengenai fenomena gunung es kekerasan seksual di lingkungan akademik. Narasumber menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk menyuarakan persoalan tersebut secara ilmiah melalui tulisan yang bertanggung jawab.
Selain itu, diskusi berkembang pada isu fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi perkembangan psikologis sekaligus membentuk relasi sosial di masa depan.
Di sisi lain, peserta diajak mengkritisi budaya patriarki yang masih menempatkan perempuan pada beban domestik secara tidak proporsional. Pembahasan juga mencakup objektifikasi perempuan di dunia industri, stereotip terhadap perempuan dalam dunia kerja, hingga kekerasan berbasis gender dalam hubungan personal (toxic relationship).
Dengan demikian, pelatihan esai ini tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu-isu sosial yang aktual.
Pemanfaatan Teknologi dalam Penulisan Esai Mahasiswa
Sebagai bagian dari penguatan literasi akademik, pelatihan turut memperkenalkan berbagai teknologi yang dapat mendukung proses penulisan ilmiah.
Peserta belajar menyusun latar belakang penelitian secara lebih terarah melalui teknik mengerucutkan topik menjadi fokus pembahasan yang spesifik. Selain itu, narasumber memperkenalkan penggunaan prompt ChatGPT sebagai media brainstorming ide secara etis dan bertanggung jawab.
Kemudian, mahasiswa mempraktikkan penggunaan perangkat lunak Mendeley untuk mengelola referensi ilmiah. Sementara itu, narasumber memperkenalkan aplikasi Consensus sebagai sarana menemukan artikel ilmiah berbasis DOI sehingga peserta dapat mencari literatur secara lebih efektif.
Pemanfaatan teknologi tersebut membantu mahasiswa FKIP meningkatkan kualitas penulisan esai sekaligus memperkuat budaya riset sejak dini.
Luaran dan Tindak Lanjut Kegiatan
Sebagai tindak lanjut, setiap peserta menyusun dan mengirimkan karya esai berdasarkan materi yang telah dipelajari. Langkah ini bertujuan membangun rasa percaya diri sekaligus membiasakan mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Lebih lanjut, narasumber mengarahkan peserta mengikuti kompetisi esai bertajuk “Merayakan Seratus Tahun Saparinah Sadli: Perempuan, Lansia, dan Keberanian untuk Bersuara” dengan batas akhir pengumpulan pada 1 Agustus 2026.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta mengerjakan post-test selama 15 menit untuk mengevaluasi hasil pembelajaran. Selanjutnya, panitia menyerahkan sertifikat kepada narasumber, lalu menutup rangkaian acara dengan sesi dokumentasi bersama pada pukul 10.55 WIB.
Mendorong Budaya Literasi Akademik Mahasiswa
Pelatihan Penulisan Esai Berbasis Keadilan Gender menjadi wujud komitmen HMPS PMAT dalam memperkuat budaya literasi akademik di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh bekal menulis esai yang argumentatif, kritis, dan berbasis referensi ilmiah sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu kesetaraan gender.
Ke depan, HMPS Pendidikan Matematika berharap semakin banyak mahasiswa yang aktif menghasilkan karya ilmiah, mengikuti kompetisi esai, serta berkontribusi melalui gagasan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program Studi Pendidikan Matematika juga berkomitmen mendukung berbagai kegiatan akademik yang mampu meningkatkan kompetensi, karakter, dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.


