Guru Besar Pendidikan Matematika Prof. Hardi Suyitno Menelaah Nilai-Nilai Pancasila dalam Tradisi Wayang pada Diskusi Kebangsaan UGM
Nilai-Nilai Pancasila dalam Lakon dan Karakter Wayang menjadi fokus pembahasan dalam diskusi yang diselenggarakan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (2/6/2026) di Gadjah Mada University Club Hotel, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Hardi Suyitno, M.Pd. sebagai salah satu narasumber bersama sejumlah akademisi dan budayawan. Selain itu, dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan penguatan nilai kebangsaan turut berpartisipasi dalam forum akademik tersebut.
Nilai-Nilai Pancasila dalam Lakon dan Karakter Wayang Menjadi Fokus Diskusi
Sejumlah narasumber dari berbagai bidang keilmuan turut mengisi kegiatan ini, yaitu Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H., Prof. Dr. Junaidi, S.Kar., M.Hum., Guru Besar Pedalangan ISI Yogyakarta, serta Prof. Dr. Hardi Suyitno, M.Pd., Guru Besar Pendidikan Matematika Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sementara itu, Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum., dosen Fakultas Filsafat UGM, memandu jalannya diskusi.
Para narasumber membahas berbagai perspektif mengenai hubungan antara budaya, pendidikan karakter, dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran budaya dalam memperkuat identitas bangsa.
Nilai-Nilai Pancasila dalam Lakon dan Karakter Wayang sebagai Media Pendidikan Karakter
Dalam pemaparannya, Prof. Hardi Suyitno menegaskan bahwa wayang merupakan media pendidikan karakter yang kaya akan nilai-nilai luhur bangsa. Selain itu, Prof. Hardi menjelaskan bahwa tokoh-tokoh dalam pewayangan tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran moral yang mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, kepemimpinan, serta semangat persatuan.
Lebih lanjut, Prof. Hardi menjelaskan bahwa Nilai-Nilai Pancasila dalam Lakon dan Karakter Wayang mencerminkan berbagai nilai kebangsaan yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karena itu, wayang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus memperkuat identitas nasional.
Integrasi Nilai Pancasila dalam Pembelajaran Matematika
Pada sesi diskusi, Prof. Hardi juga menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam proses pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran matematika.
“Matematika memuat nilai-nilai yang sangat relevan dengan rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran matematika dapat diintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila pada umumnya,” ujar Prof. Dr. Hardi Suyitno, M.Pd.
Selanjutnya, pandangan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Dengan kata lain, pendidikan berperan penting dalam membentuk generasi yang berkarakter sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Menguatkan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila
Diskusi berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan pengalaman terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, berbagai gagasan yang muncul memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya budaya sebagai sarana pendidikan karakter.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Filsafat UGM dalam mengembangkan kajian filsafat, budaya, dan kebangsaan yang relevan dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, forum akademik seperti ini dapat mendorong lahirnya berbagai gagasan konstruktif untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di berbagai bidang kehidupan.
Melalui diskusi “Menelusuri Nilai Pancasila dalam Lakon dan Karakter Wayang”, masyarakat semakin memahami bahwa wayang bukan sekadar pertunjukan seni tradisional. Selain itu, wayang juga merupakan media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan wayang sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan memperkuat karakter generasi muda.


