Seperti Mimpi, Kripik Pegagan Lolos dalam Ajang PKM 2017

“Saya tidak pernah mengira kalau mahasiswa yang saya bimbing itu lolos. Awalnya ada salah satu teman dosen, yang menghubungi saya, beliau memberi selamat atas lolosnya mahasiswa bimbingan saya. Saya malah […]

“Saya tidak pernah mengira kalau mahasiswa yang saya bimbing itu lolos. Awalnya ada salah satu teman dosen, yang menghubungi saya, beliau memberi selamat atas lolosnya mahasiswa bimbingan saya. Saya malah bingung dengan hal itu, lalu saya konfirmasi ke Bimawa, ternyata benar. Alhamdulillah” Cerita dosen cantik yang berasal dari pesisir Pantai Depok Bantul, Dwi Astuti, M.Pd.

Satu dari lima kelompok PKM yang dibimbingnya, ternyata jebol. Tidak disangka, yang awalnya hanya untuk memenuhi syarat mata kuliah Kewirausahaan ini berbuah hasil yang membanggakan, atas telatennya Dwi Astuti membimbing mahasiswanya. Namun, kedepannya harapan dari dosen muda nan pandai membaca peluang ini adalah tugas dari dosen dikerjakan dengan maksimal agar nantinya apabila ada lomba dapat diikut sertakan, terlebih yang ada hubungannya dengan karya dan pengembangan diri mahasiswa.

“Pegagan itu awalnya tanaman liar disekitaran rumah saya, tanpa saya sadari saya juga ikut memberantasnya. Setelah saya tau jika itu mampu diolah, saya mencoba membuatnya menjadi kripik pegagan. Sekarang kripiknya sudah ada varian rasanya dan berusaha membudidayakan tanaman itu sendiri dirumah, dibantu oleh ibu dan budhe saya.” Jelasnya saat ditemui di Ruang Dosen PMat lantai 3 UAD, Amida Roudatul Janah, Ketua Kelompok yang lolos PKM-K.

Berawal dari mencoba, Amida dan dua temannya merintis usaha kecil menengah ini. Meskipun sebenarnya masih membutuhkan bantuan ibu dan budhe nya dalam pengolahan, ketiga mahasiswa ini berusaha menyeimbangi perjuangan ibu dan budhe nya dengan cara mempublikasikan usahanya dan memanajemen sendiri usaha kecilnya itu. “Kita bertiga bagi tugas, saya bagian produksi, karna saya membantu bude dan ibu saya dalam pengolahan. Eka bagian pemasaran dan publikasi, Lalu Dewi bagian keuangan, memperhitungkan keluar masuknya uang selama usaha ini. Nah, untuk harga setiap 1 ons dengan varian rasa itu 10ribu dan untuk 1 ons original seharga 9ribu. Alhamdulillah sekali dengan harga segitu, teman teman mahasiswa dan bapak ibu dosen juga minat dan menyukai kripik ini.” Tambahnya Amida, mahasiswi yang tinggal diperbatasan Bantul – Kulonprogo. (AR)

Be Sociable, Share!

About the Author